Panduan Lengkap Cara Melakukan Riset Pasar untuk Startup di Indonesia

  • Damai
  • Jun 21, 2022

Begitu kamu memutuskan untuk mendirikan sebuah startup, maka secara tidak langsung kamu telah berkomitmen untuk memberikan waktu, tenaga, hingga uang, demi kesuksesan startup tersebut. Jika gagal, maka segala hal yang telah kamu korbankan tersebut akan hilang begitu saja. Hal ini menjadi semakin sulit apabila kamu telah merekrut sejumlah karyawan. Karena artinya, kamu pun turut menyia-nyiakan waktu mereka.

Itulah mengapa penting bagi seorang founder untuk melakukan riset pasar (market research), demi mengetahui sejak awal apakah startup yang mereka dirikan memang bisa menyelesaikan masalah yang dimiliki oleh banyak orang atau tidak.

Apa itu riset pasar dan mengapa hal ini penting?

Apa itu market research atau riset pasar adalah sebuah usaha untuk mengumpulkan informasi terkait masyarakat yang akan menjadi target dari sebuah bisnis, alias calon pengguna. Tak hanya di dunia startup, tahapan ini pun perlu dilakukan jika kamu ingin memulai bisnis konvensional.

Ada empat hal yang bisa dapatkan setelah melakukan riset pasar:

  1. kamu bisa mengetahui karakter calon pengguna (persona) dari produk atau layanan yang kamu buat, dan seberapa banyak jumlah mereka di Indonesia.
  2. kamu bisa mengetahui apakah produk atau layanan yang kamu hadirkan memang akan digunakan oleh orang-orang tersebut. Jangan sampai kamu menghadirkan layanan yang sebenarnya dibutuhkan, namun gagal mendapat pengguna karena tampilan aplikasi yang buruk atau harga layanan yang terlalu mahal.
  3. kamu bisa mengetahui siapa saja yang berpotensi menjadi pesaing kamu secara langsung dan tidak langsung. Dengan begitu, kamu bisa mempersiapkan strategi untuk mengalahkan mereka.
  4. kamu pun bisa mengetahui hambatan seperti apa yang akan kamu hadapi, seperti permasalahan infrastruktur internet, regulasi pemerintah, atau minimnya vendor yang tersedia.

Seorang pakar pernah menganalogikan riset pasar sebagai peta atau rambu lalu lintas yang bisa mengarahkan para pengemudi yang hendak bepergian dari satu kota ke kota lain. Dengan peta atau rambu tersebut, kamu bisa mengetahui ke arah mana kamu harus pergi, kapan kamu harus memperlambat laju kendaraan dan kapan kamu harus berbelok.

Serupa dengan hal tersebut, riset pasar pun bisa membantu kamu untuk menentukan arah startup yang kamu dirikan, mulai dari strategi pemasaran seperti apa yang harus kamu lakukan, produk seperti apa yang harus kamu buat agar bisa memuaskan para pengguna, hingga bagaimana kamu bisa mengalahkan kompetitor.

Tentukan produk yang akan kamu buat dan pengguna yang kamu incar

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan produk seperti apa yang akan kamu buat. Apakah kamu ingin membuat e-commerce? Layanan pemesanan barang atau jasa? Platform belajar online? Platform pengolahan data? Atau yang lain?

Setelah itu, kamu juga harus bisa menentukan secara spesifik siapa target pasar kamu. Mengapa hal ini harus dilakukan? Karena setiap orang mempunyai minat dan keinginan yang berbeda-beda. Jadi, sebaik apa pun produk yang kamu buat, kamu tidak akan bisa menggaet semua orang.

Lakukan survei

Setelah memilih segmen pasar yang ingin kamu targetkan, kamu harus melakukan survei kepada orang-orang yang termasuk di dalam segmen tersebut. Kamu bisa melakukannya secara manual dengan bertemu orang-orang tersebut secara langsung. Namun lebih baik kamu melakukannya secara online, agar lebih mudah untuk disebarkan dan dihitung hasilnya.

Dalam menyebarkan survei, kamu pun harus menggunakan cara yang pintar, agar bisa mendapatkan hasil yang banyak dalam waktu yang cepat. Untuk itu, beberapa orang pun coba memanfaatkan fitur iklan di Facebook atau Google untuk menyebarkan survei ke orang-orang yang tepat.

Tentukan seberapa besar pasar yang bisa kamu raih

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mengetahui seberapa besar jumlah pengguna serta nominal uang yang bisa kamu dapatkan.