Foto: unsplash.com

Alat dan cara untuk memperbesar penis sangat digandrungi di kalangan pria. Mereka menggunakannya untuk menambah ukuran dari penisnya. Namun, apakah semua pria memang membutuhkannya? Atau mereka hanya ingin mendapat pengakuan dari pasangannya?

Banyak pria yang ingin memperbesar penisnya karena ingin diakui kejantanannya, lebih percaya diri, dan berharap bisa membuat pasangannya menjadi puas.

Dalam suatu kasus ditemukan bahwa mereka yang ingin memperbesar ukuran penisnya adalah pria yang memiliki penis ukuran normal. Namun mereka bersikeras bahwa penisnya berukuran kecil.

Maka dari itu, dokter sangat menyarankan untuk menemui dan berkonsultasi dengan psikoterapi untuk mengetahui seberapa pentingkah dan seberapa besar keinginanmu untuk memperbesar penis.

Orang yang berhak memperbesar penis sebenarnya adalah pria yang memang memiliki masalah dengan penisnya yang berukuran kecil atau biasa disebut dengan mikropenis. Mikropenis adalah keadaan penis yang saat ereksi panjangnya hanya mencapai 7.5 cm atau bahkan kurang dari itu.

Sebelum menghakimi diri sendiri, apakah Anda sudah pernah mencoba untuk mengukur penis? Jika belum, tidak ada salahnya untuk mencoba mengukur sendiri. Anda bisa menggunakan penggaris. Hal ini untuk meyakinkan diri Anda apakah Mr. P yang dimiliki memang berukuran terlalu kecil atau memang normal.

Anda bisa mengukur penis dalam keadaan rileks, bukan saat ereksi. Ketika sedang rileks, panjang penis bervariasi. Namun, saat sedang ereksi biasanya akan mencapai panjang normal yaitu sekitar 12 hingga 15 cm.

METODE UNTUK MEMPERBESAR PENIS

Jika setelah mengukur ternyata Anda tidak puas dan memutuskan untuk tetap menggunakan cara memperbesar penis, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui cara mana yang lebih tepat.

Berikut ini adalah cara untuk memperbesar penis yang bisa Anda pertimbangkan.

  1. Vakum pembesar

Sistem kerja dari alat ini adalah menciptakan ruang hampa udara untuk menarik aliran darah sehingga nantinya penis akan membengkak. Meski terlihat seperti membesar, namun sifatnya ini hanya sementara. Bahaya penggunaan vakum pembesar yaitu bisa merusak jaringan dalam penis dan memperlemah ereksi. Alat ini sangat membantu ketika seseorang mengalami disfungsi ereksi atau impotensi sebagai pengobatan jangka pendek.

  1. Jelqing

Teknik jelqing sama seperti masturbasi, namun dilakukan lebih lambat dan teratur. Caranya adalah dengan mengurut penis menggunakan ibu jari dan jari telunjuk berulang kali untuk meningkatkan kualitas ereksi. Tujuan Jelqing ini adalah untuk melatih jaringan ereksi agar dapat menampung lebih banyak darah, sehingga membuat penis tampak lebih panjang dan besar. Yang perlu diperhatikan adalah teknik ini belum terbukti efektif dalam memperbesar penis.

  1. Lotion dan pil

Produk ini paling banyak beredar di pasaran dan diperjualbelikan secara bebas. Biasanya produk-produk ini mengandung berbagai vitamin, mineral, herbal, dan hormon yang diyakini efektif untuk memperbesar penis. Produk ini juga belum terjamin keamanannya, bahkan ada yang terbukti berbahaya bagi tubuh karena kandungan di dalamnya.

  1. Alat pemanjang

Selain cara di atas, memperbesar penis juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemanjang. Selain berfungsi untuk memberikan efek panjang, alat ini juga dapat memperbesar penis. Alat ini diletakkan di bagian batang penis dan kemudian batang penis akan ditarik. Cara ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan permanen. Jika masih ingin menggunaka cara ini, harus di bawah pengawasan dokter.

Setiap cara memperbesar penis pasti memiliki dampaknya masing-masing. Sudahkan Anda mempertimbangkan hal ini sebelumnya? Jika belum, silahkan pertimbangkan dulu apakah Anda benar-benar membutuhkan cara ini atau tidak.